Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya

Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya

Menpora Dito Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya dan Merambah Internasional

Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, atau yang akrab disapa Dito, memiliki harapan besar terhadap perkembangan industri game lokal di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, game lokal telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal kualitas dan popularitas. Dito berharap bahwa tren ini akan terus berlanjut dan game lokal dapat meraih kesuksesan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri game lokal telah mengalami kemajuan yang pesat. Banyak pengembang game lokal yang mampu menciptakan game dengan kualitas yang sebanding dengan game internasional. Beberapa game lokal bahkan telah meraih kesuksesan besar di pasar domestik, seperti “Rise of Nowlin” dan “DreadOut”. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh industri game lokal.

Namun, Dito menyadari bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri game lokal. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Dito berharap bahwa dengan dukungan yang lebih besar, industri game lokal dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Selain itu, Dito juga berharap bahwa para pengembang game lokal dapat lebih fokus pada pengembangan game yang berkualitas tinggi dan memiliki daya tarik yang kuat bagi pemain. Hal ini akan membantu game lokal untuk bersaing dengan game internasional dan mendapatkan pengakuan di pasar global.

Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya

Dalam upaya untuk mendorong perkembangan industri game lokal, Dito juga berencana untuk mengadakan berbagai program dan kegiatan yang mendukung pengembangan game lokal. Salah satu program yang direncanakan adalah pelatihan dan pendidikan bagi para pengembang game lokal. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pengembang game lokal dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengembangkan game yang berkualitas tinggi.

Selain itu, Dito juga berencana untuk bekerja sama dengan pihak swasta dan lembaga pendidikan untuk mendukung pengembangan game lokal. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan industri game lokal dapat mendapatkan akses ke sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan untuk mengembangkan game yang berkualitas tinggi.

Dito juga berharap bahwa industri game lokal dapat lebih aktif dalam mengikuti pameran dan acara game internasional. Dengan mengikuti acara-acara tersebut, para pengembang game lokal dapat memperluas jaringan dan mendapatkan inspirasi dari pengembang game internasional yang lebih berpengalaman. Hal ini akan membantu game lokal untuk terus berkembang dan merambah pasar internasional.

Dalam menghadapi persaingan di pasar global, Dito juga berharap bahwa game lokal dapat menonjolkan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan memasukkan unsur-unsur budaya Indonesia ke dalam game, game lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain internasional. Hal ini juga akan membantu mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui media game.

Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya

Dito memiliki keyakinan bahwa dengan dukungan yang tepat dan kerja keras dari semua pihak, game lokal Indonesia dapat meraih kesuksesan besar di masa depan. Dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju, potensi game lokal untuk merambah pasar internasional semakin terbuka lebar. Dito berharap bahwa game lokal dapat menjadi salah satu industri yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia dan membanggakan negara di mata dunia.

Jakarta: Setelah melakukan Kick Off  Pekan Permainan dan Esport Nasional (Pepernas), Minggu (10/12), Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyempatkan untuk mengunjungi  Game Developer Booth yang berada di Wisma Kemenpora.

Booth pertama yang dikunjungi adalah Evermore Knights, selanjutnya Ghost Parade, Lokapala, Wardeka Battleground dan Battle of Guardian. Menpora Dito pun tampak berbincang-bincang dengan CEO Developer di booth tersebut.

“Tadi saya sempat lihat langsung dan berdiskusi kepada CEO Developer. Jadi saya rasa semua game nasional ini akan bisa menjadi salah satu potensi ekonomi baru penopang untuk Indonesia,”  kata Menpora Dito

Menurutnya, di tengah gempuran game-game esport luar yang sudah terkenal, kita patut
berbangga, hari ini kita sudah punya game lokal yang dikembangkan oleh anak-anak
muda kreatif Indonesia.

“Game dikembangkan dengan memperhatikan kearifan lokal yang kita punya. Contoh disini ada game Lokapala, dimana Ksatria (Hero) nya pun diambil dari ksatria yang kita kenal,” ucapnya.

Dikatakan Menpora Dito, bahwa game  lokal harus lebih diperkenalkan lagi, harus lebih banyak dimainkan. “Game lokal kita, harus didukung penuh. Game lokal kita, di masa depan harus berjaya. Bukan tidak mungkin nantinya akan merambah kancah internasional,” sebutnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produksi Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam memberikan apresiasi kepada Kemenpora dan juga LPDUK atas dilaksanakannya Pepernas tersebut.

Menpora Harap Game Lokal Kedepan Bisa Berjaya

“Kami dari Kemenparekraf sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kemenpora yang telah menyelenggarakan Pepernas ini. Dengan diadakannya Pepernas ini tentunya ekosistem game sampai ekosistem esport bisa kita bentuk dan kita bangun secara bersama-sama,” ujarnya.

“Kami selalu mendorong dan berharap dengan adanya kegiatan seperti ini akan muncul lebih banyak lagi game nasional yang dipertandingkan di level nasional, maupun  level daerah sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri,” lanjutnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis